Kamis, 02 Mei 2013 - 12:57:55 WIB
Bupati Lotim, Lounching Seragam Pramuka
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Umum - Dibaca: 17 kali

Selong - Bupati Lombok Timur, M. Sukiman Azmy, kemarin, Kamis 2 Mei 2013, di Halaman Kantor Bupati melounching pemberlakuan seragam  Pramuka pada setiap hari Jumat dan Sabtu, bagi guru dan murid di semua sekolah mulai dari tingkat SD, SLTP hingga SLTA. Lounching seragam itu, ditandai dengan pemasangan kacu  secara simbolis kepada dua orang, seorang guru laki-laki dan Kepala UPTD Kecamatan Sikur, Masnan, S.Pd. Lounching penggunaan seragam Pramuka tersebut, merupakan apresiasi Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terhadap kebijakan Menteri Pendidikan Nasional.

            “Saya ingatkan kepada Dinas Dikpora Kabupaten untuk mengamankan kebijakan Meneteri Pendidikan Nasional, agar semua sekolah dari tingkat SD, SLTP maupun SLTA baik Negeri maupun Swasta agar tidak menggunakan seragam selain Pakaian Pramuka setiap hari Jum’at dan Sabtu”, tegas Bupati ketika membacakan inti sari sambutan Mendiknas dan Mendagri, dalam upacara peringatan Hardiknas yang dirangkai dengan Hari Otonomi Daerah itu.

Selain melouching seragam Pramuka, peringatan Hari Pendidkan Nasional itu juga diwarnai penyerahan 83 motor jenis Tossa untuk 83 desa, yang secara simbolis diterima Kepala Desa Tirtanadi Kecamatan Labuhan Haji didampingi Bidan Desanya. Bupati dalam kesempatan itu memperagakan pengoperasian kendaraan yang bercat putih dan bertuliskan Ambulan Desa tersebut.

Bersamaan dengan itu, diumumkan para pememang lomba lukis dalam rangka Hari Kartini yang dilanjutkan dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang. Sedangkan hasil lomba desa belum diumumkan, demikian pula prestasi-prestasi di bidang pendidikan lainnya belum diumumkan. Kejuaraan lomba desa dan penyerahan hadiah bagi yang berprestasi direncanakan setelah selesai pelaksanaan Pilkada.

            Di tempat terpisah, Kepala Bidang Pemuda dan Olah Raga Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Timur, Drs. H. Abdul Hakim, Rabu (1/5), menjelaskan, lounching pemberlakuan seragam Pramuka tersebut, bertujuan untuk menggalakkan kembali penggunaan seragam Pramuka pada semua jenjang pendidikan yang masih dalam kewenangan Kabupaten, sekaligus dalam rangka mengamankan kebijakan Menteri Pendidikan Nasional.

            Sementara Gerakan Pramuka juga dilounching untuk memasyarakatkan kegiatan Pramuka agar menjadi pilihan kaum muda dan menarik minat kaum muda, memperkokoh eksistensi gerakan Pramuka, memberdayakan Gudep sebagai Garda terdepan dalam pembinaan Pramuka dan dalam rangka melaksanakan kebijakan nasional, yakni revitalisasi gerakan Pramuka yang berawal dari gugus atau sekolah.

             Dimasukkannya Pramuka dalam kurikulum pendidikan oleh Mendiknas pada tahun 2013, antara lain  dengan pertimbangan hasil penelitian para ahli yang menunjukkan kegiatan Pramuka  berkontribusi dalam pembentukan watak. Pendidikan kepramukaan diharapkan dapat membentuk watak kaum muda yang mampu mengatasi berbagai masalah dan tantangan, baik masalah sosial maupun masalah kebangsaan, ujar Abdul Hakim.

            Di tempat berbeda, Kadis Dikpora Kabupaten Lombok Timur, Dr. H. Syamsuhaidi, MS., kepada sejumlah wartawan yang mengerubutinya menggambarkan pelaksanaan Ujian Nasional yang telah dilaksanakan dan akan dilaksanakan. Ia menyatakan harapannya agar terjadinya pengunduran pelaksanaan UN tingkat SLTA beberapa waktu lalu memberi hikmah bagi siswa, yakni waktu persiapan bagi siswa bertambah. Soal target kelulusan, Ia menyatakan harapannya minimal mempertahankan prestasi tahun lalu.

            Adanya rumor bocor so’al, ditanggapi Kadis Dikpora  dengan rada heran,, karena soal selalu dikawal ketat oleh aparat mulai dari BIL hingga sampai di lokasi pelaksanaan ujian. “ Kalau ada sobekan kecil di aplop besar saja, harus ada berita acaranya, lalu bocoran itu dari mana ?”, katanya heran.  Karena itu, guna menghindari peserta UN mempercayai kunci jawaban liar yang beredar,, mantan Doses Unram itu minta agar siswa jangan mempercayai hal-hal seperti itu karena bisa merugikan siswa sendiri.

Menyinggung kondisi infrastruktur sekolah saat ini, Syamsuhaidi mengatakan,  saat ini tidak ada sekolah yang rusak berat. Yang kondisinya rusak ringan memang masih ada, tetapi sudah ditangani secara bertahap. Tahun ini ditarget 100 sekolah rusak ringan tertangani, pungkasnya. (Zar-Humas)


33 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)